Kenapa tidak boleh menghukum anak yang melakukan kesalahan, apalagi yang melewati batas ?

Ada yang bertanya.

Saya bingung kenapa tidak boleh menghukum anak yang melakukan kesalahan, apalagi yang melewati batas. 

Kemarin anak saya yang berusia 3 tahun melempar buku saat ia marah. Buku tersebut mengenai mata bapaknya dan melukainya 

Saya langsung katakan pada anak kalau tidak boleh melempar-lempar barang dan menyuruhnya pergi ke pojok berfikir. 

Boleh atau tidak seperti itu ? 

Laura Markham menjawab : 

Ini contoh anak yang menjadi agresif ketika berada dalam kondisi lepas kendali.

Membantunya belajar untuk mengelola emosi hebat yang ia rasakan akan menolongnya menghindari perilaku agresif di kemudian hari. 

TIME OUT tidak dapat membantunya.

Kenapa ? 

Dibalik perilaku agresif ada rasa takut.


TIME OUT, yang termasuk dalam bentuk hukuman, meningkatkan rasa takut dan tidak nyaman.


Anak yang berperilaku agresif ketika lepas kendali, perlu terhubung dengan bapak ibunya untuk bisa tenang dan berperilaku lebih baik.


Sedangkan time out mengganggu hubungan anak dengan bapak ibu, karena itulah time out tidak dapat menolong anak. berperilaku lebih baik.


Alih-alih memberikan time out, bapak ibu bisa MELIBATKAN ANAK SEBAGAI BAGIAN DARI SOLUSI


Segera bantu bapak yang sedang terluka. Ini memberi pesan pada anak bahwa melukai orang lain merupakan masalah besar.


Perilaku ini juga bisa mengalihkan fokus anak yang sedang marah ke kondisi bapaknya yang sedang terluka.
Ibu bisa berkata, "Ya ampun! Bapak luka! William (nama anak), tolong ambilkan tisu. dan ayo bantu obati bapak."


Dengan begini, ibu mengundang anak menjadi bagian dari solusi. Hubungan. emosional anak dengan bapak ibu pun tetap terjaga.
Selanjutnya, bapak ibu bisa mengarahkan perilaku anak..


.. yang dimulai dari:


TETAP TENANG.
Lalu ajak anak REFLEKSIKAN PERILAKUNYA.

"Buku bukan untuk dilempar. Bapak jadi terluka terkena buku tadi, kan."
dan VALIDASI PERASAANNYA.


"Kamu tadi marah makanya lempar buku. Bapak benar-benar kesakitan terkena buku. Sekarang bapak sudah tidak apa-apa, tapi karena itu selanjutnya kita tidak lempar- lempar barang pada orang ya."

terakhir..

Ajak anak berdiskusi tentang apa yang bisa dilakukan untuk membuat bapak merasa lebih baik.


Dengan begitu, ibu memberi kesempatan pada anak untuk memperbaiki kesalahannya; membuat anak merasa sebagai orang yang baik; dan orang yang dapat mengelola kemarahannya hingga tidak melukai orang lain.

Posted on 01/25/2023 Home, Rabbit Hole's Article 0 78

Leave a CommentLeave a Reply

You must be logged in to post a comment.