Penguatan (yang tetap realistis), adalah sebuah bekal berharga bagi anak dari orang tua

Penguatan (yang tetap realistis), adalah sebuah bekal berharga bagi anak dari orang tua

Saya besar dengan anggapan bahwa dunia luar itu menakutkan. Namun setelah saya memberanikan diri melangkahkan kaki ke 'dunia luar' sejak mulai kuliah, saya menyadari bahwa dunia tidak semenakutkan yang ada di benak saya. 
Mungkin ada yang namanya orang jahat, tapi jauh lebih banyak orang baik, yang tulus menolong tanpa mengharap imbalan apapun. Serta banyak hal baik yang saya alami setelah berkenalan dengan 'dunia luar'. Dunia yang selama ini tidak mau saya sentuh, karena takut. 
Saya jadi teringat saat pertama kali mulai menyusun skripsi & mengajukan topik yang saya ingin, dosen saya bilang 'udah kamu gak usah kasih judul yang aneh-aneh. Judul yang kamu mau ini ribet. Nanti kamu gak lulus-lulus'. Saat saya pertama masuk kuliah S2, banyak orang bilang 'masuk psikologi anak? Banyak banget yang drop-out lho. Mending masuk jurusan yang lebih gampang. Susah banget. Bikin stress'. Saat mendirikan Rabbit Hole 'bikin buku anak? Mau makan apa kamu nanti? Buku anak itu gak laku. Apalagi mau dimodelin macem-macem gitu. Gak ada yang mau beli buku anak, mahal pula'

Serta banyak komentar negatif saat saya akan mulai masuk ke fase kehidupan yang baru. Kala itu saya memilih menutup kuping & memilih mendengar hati nurani. Saya merasa selalu bersyukur, bahwa walau mungkin ada cibiran, tapi nyatanya hal yang negatif itu tidak terjadi. Memang dalam prosesnya selalu ada hal yang menantang, tapi selalu menyenangkan, & dapat menempa diri saya menjadi pribadi yang lebih baik. 
Saya menyadari bahwa mungkin dulu saya takut pada kehidupan karena banyak dijejali komentar negatif & ditakut-takuti hal yang tidak perlu. Tentu maksudnya sayang, agar saya tidak salah melangkah. Tapi bagaimana jika sebaliknya, saya jadi benar-benar takut melangkah maju? 
Sehingga penguatan (yang tetap realistis), adalah sebuah bekal berharga bagi anak dari orang tua agar anak mampu melangkah ke depan dengan penuh percaya diri. Mungkin terkadang anak jatuh tersandung dalam perjalanannya, & itu tak mengapa. Yang terpenting ia tahu bagaimana bangkit saat terjatuh. Dan alangkah menyenangkannya jika ia pelajari itu dari orang tuanya, guru pertamanya ❤️ @deviraissa

Posted on 2019-01-17 Home, Artikel Devi Raissa 0 20

Leave a CommentLeave a Reply

You must be logged in to post a comment.