Anak yang walau sudah 'meninggalkan sarangnya' tetap mencintai orang tuanya

Anak yang walau sudah 'meninggalkan sarangnya' tetap mencintai orang tuanya

Saya menemukan banyak orang dewasa yang sayang dengan orang tuanya karena sekedar 'memang sudah kewajibannya'. .

Pulang kampung satu tahun sekali atau menyisihkan uang per bulan karena tidak ingin dianggap sebagai anak durhaka. Tapi sebenarnya diam-diam merasa kegiatan itu adalah hal yang merepotkan. Kalau bisa memilih, ingin bisa melakukan hal yang lain saja. 
Jika berada dalam posisi orang tua tersebut, tentu sedih jika tahu apa yang sebenarnya dirasakan si anak. 
Tentu setiap orang tua ingin disayang oleh anaknya setulus hati, sepanjang hidupnya. Disayang karena memang anaknya sayang, tanpa berharap timbal balik, atau bukan karena tidak mau dilabel durhaka. 
Saya pikir, itu semua memerlukan peran aktif dari orang tua. Untuk menyayangi anak sedari dini. Memberikan kebutuhannya alih-alih keinginannya. Mendampingi setiap fase perkembangannya dengan penuh cinta dan disiplin positif. 
Hal tersebut tidak hanya berbuah manis untuk perkembangan anak (anak mampu menjadi pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, penuh kasih sayang pada sesama, dst). Namun berbuah manis pula pada hubungan orang tua dan anak. 
Melahirkan anak yang menyayangi orang tua setulus hati. Anak yang walau sudah 'meninggalkan sarangnya' tetap mencintai orang tuanya. Cinta pertamanya, yang selalu bersarang di hati ❤️ @deviraissa

Posted on 2019-01-17 Home, Artikel Devi Raissa 0 57

Leave a CommentLeave a Reply

You must be logged in to post a comment.