Tidak ada manusia sempurna.

Tidak ada manusia sempurna.

Sejak kecil, saya dituntut menjadi sempurna. Akhirnya, saya pun menjelma menjadi sosok yang (sepertinya) ideal di mata masyarakat. 
Memiliki pendidikan dan karir yang baik. Namun apa lantas itu membuat saya bahagia? Ternyata tidak. 
Saya pun mencoba mengenal dan menyelami diri saya lebih dalam. Ternyata, saking sibuknya menjadi sempurna. Saya lupa bahwa manusia itu tidak ada yang sempurna. Manusia diberikan segudang kesalahan, justru agar menjadi lebih baik lagi. Diberikan kesedihan, agar lebih mampu merasa saat bahagia. Diberi kepedihan, agar lebih bersyukur saat memiliki kenyamanan. 
Saya tidak boleh menangis, karena menangis itu menunjukkan kelemahan. Akhirnya setiap memiliki kesedihan, selalu saya pendam, sampai akhirnya menjadi mati rasa. Lupa rasanya sedih, namun tidak tahu pula rasanya bahagia. Tidak pernah menitikkan air mata di depan orang lain, namun tidak tahu seperti apa itu tertawa tulus penuh kebahagiaan. 
Lalu saya belajar bahwa kesalahan itu bukan musuh yang harus diperangi. Justru sahabat yang perlu dirangkul. Yang kita resapi setiap kita mengalaminya, agar kita mampu mengambil pelajaran darinya. Kesalahan itu sahabat yang ada, agar kita mampu menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. 
Sehingga saya pun belajar untuk sedikit demi sedikit menangis kala sedih dan mengakui kesalahan yang ada. Memunculkan luka ke luar diri, bukan dipendam ke dalam dan menganggapnya ia tak ada. Namun setelah diakui, luka tersebut justru lebih cepat sembuhnya. 
Seperti juga anak yang belajar berjalan, maka memang ia harus berkali-kali jatuh terlebih dahulu. Namun kesalahan demi kesalahan tersebut, ditambah dengan semangat pantang menyerah, yang membuat anak mampu berdiri tegak dan melangkah dengan sempurna. Jika anak diminta belajar berjalan tanpa terjatuh, adakah yang bisa? 
Sama seperti hidup, bagaimana mungkin kita bisa belajar berdiri tegak, jika kita tidak terjatuh terlebih dahulu? 
Belajar mencintai diri sendiri sepenuh hati, untuk membuka ruang lebih lebar mencintai orang lain sepenuh hati ❤️
@deviraissa

Posted on 2018-10-12 Home, Artikel Devi Raissa 0 129

Leave a CommentLeave a Reply

You must be logged in to post a comment.

Cari blog

Latest Comments

No comments