Mengasuh anak sejatinya adalah sebuah seni.

Mengasuh anak sejatinya adalah sebuah seni.

Untuk memasak telur ceplok, sebagian besar kita mungkin tahu ya, kalau caranya adalah dengan memecahkan cangkang, menaruh isinya ke penggorengan yang sudah berisi minyak yang dipanaskan, lalu dimasak. Walaupun sudah tahu dasarnya, tapi pada penerapannya, ada hal-hal berbeda yang dilakukan setiap orang. Misalnya ada yang menambahkan garam agar rasanya lebih gurih, ada yang memasak lebih lama agar pinggir telur menjadi lebih garing, ada yang mengganti minyak dengan mentega, dst. 
Di dalam pengasuhan anak, hal tersebut pun berlaku. Saat saya praktek sebagai psikolog, ada beberapa orang yang bertanya dan meminta jawaban harus benar-benar persis. Misalnya : jadi berapa kali saya harus memeluk anak saya dalam sehari? Berapa menit harus membacakan? Posisinya seperti apa? Dan seterusnya. 
Jawaban dari pertanyaan di atas? Saya pun tidak tahu. Karena.. seperti memasak telur ceplok tadi. Semua disesuaikan dengan banyak hal. Seperti ketersediaan waktu orang tua, kepribadian anak, kepribadian orang tua, dst. Misalnya tidak mungkin saya bilang idealnya orang tua meluangkan waktu bersama anak sepanjang hari, padahal kedua orang tuanya adalah orang tua pekerja. 
Sehingga mengasuh anak sejatinya adalah sebuah seni. Memang ada teorinya. Seperti anak sebaiknya diajarkan kemandirian sejak dini, diperkenalkan huruf secara menyenangkan, dst. Namun prakteknya melibatkan seni, melibatkan perasaan yang diasah. Seiring dengan berjalannya waktu, orang tua akan semakin terlatih, dan nantinya akan tahu mana yang terbaik untuk anak. 
Orang tua dengan anak lebih dari 1 mungkin akan lebih tahu bahwa antara satu anak dengan anak lain saja, walau lahir dari rahim yang sama, pola pengasuhannya bisa beda banget kan. Apalagi antara anak yang satu dengan yang lain, tidak dapat dipukul rata. 
Sehingga itulah menariknya pengasuhan anak. Menggabungkan antara teori dan seni. Mungkin terlihat sulit, namun saya percaya orang tua yang punya tekad kuat akan mampu mengasuh anak, semenantang apapun. 
Karena yang terpenting dan universal dimiliki oleh orang tua dan dibutuhkan anak, adalah tekad dan cinta kasih pada anak. Seperti yang selalu kami selipkan dalam buku Rabbit Hole ❤️ - @deviraissa .

Posted on 2018-10-10 Home, Artikel Devi Raissa 0 98

Leave a CommentLeave a Reply

You must be logged in to post a comment.

Cari blog

Latest Comments

No comments