Faktor utama yang menentukan bagaimana anak menghadapi kesalahan

Faktor utama yang menentukan bagaimana anak menghadapi kesalahan

Anak kecil, memang sudah lumrah, untuk melakukan sejuta kesalahan. Namun faktor utama yang menentukan bagaimana si anak menghadapi kesalahan di masa yang akan datang adalah : reaksi orang tua. 
Jika orang tua terbiasa menyalahkan si anak, menganggap si anak tidak becus melakukan hal apapun, anak bisa tumbuh menjadi anak yang memiliki cap negatif pada dirinya. Ia bisa menganggap dirinya selalu salah dan tidak becus melakukan apapun. 
Jika orang tua langsung membereskan masalah anak tanpa memberi kesempatan anak untuk menyelesaikan masalahnya sendiri, ia bisa tumbuh menjadi pribadi yang tidak mandiri dan selalu bergantung pada orang lain. Padahal ada masanya ia harus bergantung pada kaki sendiri, bukan? 
Namun jika anak dideskripsikan kesalahannya, direfleksikan perasaanya, diberi kesempatan untuk diskusi dan menyelesaikan masalah. Ia akan merasa mampu mandiri menyelesaikan masalah. Dan bisa tumbuh menjadi pribadi yang positif. 
Orang tua bisa sedini mungkin 'memandirikan' anak. Selain dengan mendiskusikan masalah sederhana bersama anak. Cara lainnya bisa dengan membacakan buku. Dengan membaca buku, anak tidak merasa dihakimi. Karena yang dibicarakan adalah tokoh utama dalam cerita, bukan dia. Dengan membaca buku, anak akan melihat masalah secara kongkrit, sederhana, dan mudah. Ia bisa lihat rangkaian cerita dari awal sampai akhir. Kenapa masalah timbul, dan sampai akhirnya penyelesaian masalahnya. Dengan cara yang mudah ia cerna, yaitu dengan melihat gambar tokoh-tokohnya. Hal tersebut membuat anak lebih terasah kemampuan pemecahan masalahnya. Apalagi dengan cara yang memang sesuai dengan usia perkembangannya (kongkrit dan sederhana). Dan dibacakan buku secara rutin, setiap harinya.

Yuk bacakan bukunya

Posted on 2018-09-14 Home 0 29

Leave a CommentLeave a Reply

You must be logged in to post a comment.