Pengasuhan, mau secanggih apapun teknologi nantinya, hanya butuh sesuatu yang sederhana. Kehadiran orang tua secara utuh bagi an

Pengasuhan, mau secanggih apapun teknologi nantinya, hanya butuh sesuatu yang sederhana. Kehadiran orang tua secara utuh bagi an

Saya baru membaca penelitian menarik tentang anak yang diberikan cerita dengan 3 kondisi yang berbeda : audio saja, kartun animasi, & buku bergambar. 
Jika anak diberikan audio saja, anak terlalu sulit mencerna (hanya sedikit bantuan yang diberikan untuk mencerna sesuatu). Sementara saat diberikan animasi, terlalu berlebihan bantuan yang diberikan, sehingga kemampuan anak untuk mencerna suatu cerita kurang terlatih.
Yang paling pas adalah saat anak diberikan buku bergambar. Tidak berlebih & tidak kurang. Anak tetap dapat melatih kemampuannya mengerti cerita dengan melihat gambar demi gambar. 
Lebih baik lagi jika saat anak membaca cerita, didampingi oleh orang tua, karena orang tua dapat berdialog dengan anak. Dan juga meningkatkan kedekatan emosional & fisik. 
Saat membaca artikel ini, kembali mengingatkan saya bahwa memang teknologi secanggih apapun, dasarnya adalah buatan manusia. Maka tidak dapat menggantikan apa yang telah diciptakan oleh Tuhan, mau kelihatan sesederhana apapun itu. Yaitu mulut yang terberi dari Tuhan saat membacakan cerita, tangan untuk membelai anak saat dibacakan cerita, dan berbagai organ tubuh lainnya. 
Sehingga pengasuhan, mau secanggih apapun nantinya teknologi itu ada, hanya butuh sesuatu yang sederhana. Hanya dapat maksimal karena kesederhanaan. Yaitu keberadaan orang tua di sisi anak. Lebih dari cukup, dan tak akan pernah terganti, oleh teknologi secanggih apapun itu ❤️ .

PS : jika ingin membaca lebih lanjut tentang artikelnya bisa lihat di ‘What’s going on in your child’s brain when you read the story?’

Posted on 2018-07-06 Home, Artikel Devi Raissa 0 55

Leave a CommentLeave a Reply

You must be logged in to post a comment.