Pentingnya Komunikasi dan Kerendahan Hati dari Orang Tua dan Anak

Pentingnya Komunikasi dan Kerendahan Hati dari Orang Tua dan Anak

Pernah ada masanya saya lebih sering menghabiskan waktu di rumah. Di saat itu Ibu saya mempertanyakan ‘kenapa saya gak kerja-kerja, dan hanya tidur-tiduran saja?’. Di sisi lain, saya berpikir, kalau pekerjaan bisa diselesaikan lewat HP & laptop, kenapa saya harus repot keluar rumah? Namun mungkin kala itu, yang ada di pikiran ibu saya kalau tidak keluar rumah berarti tidak kerja.
Peristiwa tersebut membuat saya menyadari bahwa setiap orang tua mutlak ingin yang terbaik untuk anaknya. Namun terkadang caranya yang tidak sejalan dengan si anak. Orang tua memasukkan nilai ideal mereka ke anak, padahal belum tentu hal tersebut sesuai, mengingat jaman senantiasa berubah. Apa yang kita anggap baik saat ini, belum tentu sebenarnya akan baik pula diaplikasikan ke anak kita, saat mereka dewasa kelak. 
Seperti orang tua yang merasa bahwa bekerja artinya bangun pagi & ke kantor. Namun generasi millennial, menganggap bahwa bekerja bisa dari mana saja. Akhirnya hal tersebut bisa menimbulkan miskomunikasi & konflik. Padahal kalau dirunut, sebenarnya maksud kedua belah pihak baik. Orang tua ingin memastikan anak memiliki hidup yang terjamin, dengan caranya yang dianggap benar, karena sudah dijalani seumur hidupnya. Anak pun ingin meraih masa depan yang cerah, dengan caranya sendiri yang dianggap benar, karena menganggap menyesuaikan perkembangan zaman. Sehingga yang terpenting adalah komunikasi & kerendahan hati dari kedua belah pihak, untuk mau mengerti satu sama lainnya. 
Pemikiran tersebut menjadi pengingat bagi saya saat menjadi orang tua kelak. Untuk tidak memaksakan hal ideal dalam diri saya ke anak saya. Karena apa yang menurut saya ideal, belum tentu ideal di jamannya si anak kelak. Sehingga yang terpenting adalah komunikasi. Untuk tahu bukan hanya yang dikatakan, tapi juga maksud tersirat dari perkataan. Bukan hanya anak menangkap bahwa orang tua membatasi & mengatur anak, namun tahu alasan mengapa ortu melakukan hal tersebut. Begitu juga sebaliknya, ortu tahu maksud anak melakukan tindakan tertentu. Agar kedua belah pihak mau berkompromi & tercipta win-win solution. Membuat suasana yang damai, dari lingkup terkecil, yaitu keluarga inti ❤️

Posted on 2018-06-09 Home, Artikel Devi Raissa 0 63

Leave a CommentLeave a Reply

You must be logged in to post a comment.