Arti Kemenangan Sejati

Arti Kemenangan Sejati

Kadang kita merasa hidup adalah area kompetisi. Misalnya saja saat sedang ingin menasehati anak yang tidak mau nurut. Sebagai orang tua, ada keinginan untuk ‘menang’ dari anak. Keinginan tersebut saking besarnya, jadi menutupi keinginan untuk membuat anak mengerti perilaku yang benar. Misalnya saja saat anak meraung-raung ketika ingin mendapatkan mainan yang diinginkan. Orang tua terkadang membentak atau mencubit anak, dengan keinginan agar anak diam dan nurut dengan perkataan orang tua. Keinginan tersebut lebih besar dibandingkan keinginan agar anak mengerti dan tidak lagi mengulangi perilaku merengek. 
Mungkin terlihat bedanya tipis ya. Tapi berbeda tujuan di dalam pikiran, maka akan berbeda implementasi, serta hasil. Misalnya orang tua yang ingin ‘menang’ akan berusaha agar si anak diam secepat mungkin agar tidak membuat orang tua malu di depan umum. Sedang orang tua yang ingin agar anak menyadari perilakunya, akan mulai dengan membuat anak memahami emosinya, lalu membantu anak untuk meregulasi / mengatur emosinya. Walaupun hal tersebut tidak mudah, dan membuat rengekan si anak lebih lama, serta dapat membuat orang lain berpikir bahwa orang tua tersebut tidak tanggap & tidak dapat mengatur anak sendiri. Tapi walau terlihat pahit, namun orang tua tahu ini yang dibutuhkan anak untuk memperoleh manfaat jangka panjang. 
Keinginan untuk menang ini memang terkadang tidak disadari kita sebagai individu. Misalnya juga pada pasangan. Terkadang kita berdebat tiada henti, karena ingin membuktikan diri benar, bukan untuk menyelesaikan masalah. 
Hal tersebut memang wajar ada dalam diri manusia. Namun jika terus-menerus terjadi, maka tentu akan berdampak negatif pada hubungan dengan pasangan maupun anak. 
Di dalam buku Rabbit Hole, lewat gambar ayah & ibu beraktivitas bersama anak dengan penuh cinta, kami ingin mengingatkan bahwa saat sudah menjadi orang tua, tidak ada istilahnya menang kalah. Semuanya menang, jika semuanya terlibat dengan penuh cinta kasih. Meskipun di saat semuanya salah, namun ketika semua berani mengakui kesalahan, dan bangkit berdiri serta introspeksi untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi, itu adalah kemenangan sejati. Kemenangan bersama ❤️

Posted on 2018-06-05 Home, Artikel Devi Raissa 0 447

Leave a CommentLeave a Reply

You must be logged in to post a comment.

Cari blog

Latest Comments

No comments