Memilih Sendiri Kebahagiaan

Memilih Sendiri Kebahagiaan

PILIH SENDIRI KEBAHAGIAANMU. Itu kira-kira salah satu hal yang saya dapatkan saat membaca buku berjudul ‘Antalogi Rasa’. Di salah satu tulisan dikatakan bahwa ada banyak hal yang bisa membuat kita bahagia. Tapi coba rasakan baik-baik, pasti ada kebahagian paling utama, yang kalau kebahagiaan itu tak ada maka kebahagiaan lain jadi tidak ada gunanya. Misalnya saja untuk seorang ibu. Harinya akan menjadi sempurna saat anaknya memeluk & menciumnya, walaupun hari itu ia mengalami banyak kejadian tidak membahagiakan (tidak dapat membeli sepatu favoritnya, tidak boleh makan makanan kesukaan, dst). . Saat saya menceritakan hal ini pada pasangan saya, ia bilang bahwa ia pun sedang memaknai hal yang serupa. Ia sedang mendengarkan ‘Watching the wheels’nya John Lennon. Lagu ketika Lennon sedang menikmati masa menjadi suami & ayah. Ketika bahagianya didefinisikan bukan lagi dengan menjadi terkenal, seperti sebelumnya. Lalu saya menyadari, bahwa apa yang membuat orang lain bahagia, bisa jadi berbeda antara satu dengan yang lain. Bahkan antara diri kita yang dulu & sekarang. Kalau saja diri saya 2 tahun yang lalu melihat diri saya yang sekarang, mungkin ia akan heran. Dulu saya sangat ambisius, ingin punya prestasi yang membuat orang kagum, ingin sesering mungkin ke luar negeri, dst. Sekarang, definisi bahagia saya mungkin akan terlihat sederhana. Seperti mampu mencoba resep yang baru saya lihat di youtube. Mungkin.. seperti yang John Lennon rasakan, definisi bahagianya berubah. Dan itu sama sekali tidak salah. Terkadang, seseorang mengasihani orang lain yang memiliki kebahagian yang ‘sederhana’. Seperti ‘hanya’ menjadi IRT. Namun kalau memang itu jenis kebahagian yang dimiliki orang lain, siapa kita yang bisa menghakimi orang lain? Kalau saja setiap kita tahu bahwa setiap orang punya kebahagiaannya sendiri-sendiri. Tentu tidak ada penghakiman, antara IRT atau ibu bekerja, antara pekerja paruh waktu atau full time, antara tinggal di kota besar atau di desa, dst. Kalau saja setiap orang menyadari bahwa setiap orang memilih kebahagiaanya sendiri. Mungkin kita bisa lebih berbahagia. Menjalani hidup sebagai diri, pasangan, maupun orang tua. Mari saling menguatkan

Posted on 2018-04-08 Home, Artikel Devi Raissa 0 471

Leave a CommentLeave a Reply

You must be logged in to post a comment.

Cari blog

Latest Comments

No comments