Mengembangkan Rem dalam Diri Anak

Mengembangkan Rem dalam Diri Anak

Kalau saya sedang sering lihat IG, sepertinya membuat saya lebih boros! Lihat di instastory ada makanan yang sedang hits, rasanya mau ikut coba. Lihat ada baju yang modelnya menarik, pingin langsung membeli. Dan seterusnya. Padahal kalau diikutin terus, ya tidak akan ada habisnya sih. Media sosial itu kadang membuat saya sering was-was. Kita, yang sudah dewasa, dan mestinya punya ‘rem’ saja kadang bisa kebablasan ikut-ikutan tren karena lihat social media. Apalagi anak-anak yang sedang mengembangkan si ‘rem’ bernama kendali diri ini. Untuk itu, sebenarnya menunda memberikan anak gadget & media sosial itu sebenarnya salah satu hal utamanya adalah agar anak mengembangkan dulu ‘rem’ dalam diri. Anak menemukenali dulu apa sih yang ia mau, apa sih yang sebenarnya ia butuhkan, bagaimana sih cara mengendalikan diri, bagaimana cara mengendalikan emosi, dst. Karena kalau anak sudah dikenalkan media sosial sebelum ‘rem’nya terbentuk, sama seperti mobil tanpa rem. Anak bisa ikut tren sana-sini, tanpa bisa memilih mana sebenernya yang sesuai dengan kebutuhannya. Ikut-ikut arus, namun sebenarnya tidak tahu apakah itu memang memberi dampak positif padanya atau tidak. Oleh karena itu, kami berdua membuat buku Rabbit Hole. Agar anak sedini mungkin (dari bayi bahkan!) kenal dengan buku terlebih dahulu. Buku yang bisa menjadi jembatan komunikasi antara orang tua dan anak. Karena komunikasi yang positif akan mampu menjadi ‘rem’ pada anak, mencegah saat ia akan melakukan hal-hal negatif yang berpotensi merusak dirinya di kemudian hari kelak. Semoga buku Rabbit Hole dapat menjadi sahabat si kecil dan ayah ibu sedini mungkin ya ❤️ . Buku Rabbit Hole masih dapat dibeli. Saat ini kami sedang menghabiskan stock yang ada. Setelah itu (per April 2018), kami beristirahat dulu sampai waktu yang tidak ditentukan ya

Posted on 2018-04-07 Home, Artikel Devi Raissa 0 342

Leave a CommentLeave a Reply

You must be logged in to post a comment.