Menumbuhkan Perasaan Cinta

Menumbuhkan Perasaan Cinta

Waktu, sejatinya, adalah hal yang relatif bagi setiap orang. 
Saya kira, saat seorang bayi lahir, seorang ibu yang melahirkannya akan langsung mencintai si anak. Otomatis dan tanpa syarat. .

Namun ternyata ada yang tidak begitu. Dan itu bukan hal yang salah. Teman-teman saya bercerita, setelah melahirkan, ada beberapa dari mereka yang perasaanya biasa saja, atau malah sebal dengan anaknya. Perlahan, mereka mencoba menumbuhkan perasaan cinta itu, dan akhirnya berhasil ❤

Namun ada perasaan bersalah, mengapa mereka tidak bisa seperti orang-orang? Yang langsung menyayangi bayinya? 
Tapi bukankah sebenarnya itu hal yang wajar dan terjadi pada setiap orang? Saat memutuskan mengikat janji pernikahan dengan pasangan, ada yang hanya butuh waktu beberapa bulan. Namun ada pula yang membutuhkan waktu bertahun-tahun, sampai akhirnya yakin. Ada yang langsung jatuh cinta dengan pasangan. Namun ada juga yang butuh waktu untuk meyakinkan diri apakah memang ia adalah jodoh yang tepat? Sehingga waktu memang menjadi hal yang relatif antara satu orang dengan orang yang lain. 
Namun bukan berarti, Ayah dan Ibu tidak dapat melakukan usaha untuk menimbulkan kecintaan ini. Karena seperti tanaman, kecintaan itu bisa dipupuk dan dirawat terus-menerus agar perlahan tumbuh. 
Salah satunya adalah dengan membangun koneksi dan kedekatan yang konsisten dengan anak. Salah satunya bisa dengan membacakan buku untuk anak sedari bayi. Saat membaca, terjalin komunikasi dan interaksi yang hangat antara orang tua dan anak. Lewat bahasa verbal maupun non-verbal (misalnya pelukan dan ciuman). Hal tersebut akan membuat orang tua lebih mudah untuk memupuk rasa sayang dan cinta pada sang buah hati. 
Yuk bacakan bukunya, Ayah dan Ibu ❤

Posted on 2018-03-13 Home, Artikel Devi Raissa 0 158

Leave a CommentLeave a Reply

You must be logged in to post a comment.