Setiap Manusia Membutuhkan Proses

Setiap Manusia Membutuhkan Proses

Di jaman yang serba instant ini, kita seperti terlena oleh keadaan yang mudah dan praktis. Mau makan? Tinggal celup-celup jadi. Mau hiburan, tinggal pencet-pencet langsung tersedia. Dst.

Nah kemudian kalau diminta memilih : mau yang instant atau yang lama? Akhirnya kita pun cenderung pada yang instant. 
Padahal, naturenya manusia adalah lama. Mungkin lama bukanlah kata yang tepat ya, namun lebih tepatnya membutuhkan proses. .

Seorang ibu gak ujug-ujug melahirkan setelah hamil 1-2 bulan. Namun butuh 9 bulan untuk mematangkan si janin agar akhirnya siap dilahirkan ke dunia. Coba ibu mana yang ingin mempercepat kelahiran bayinya? Walaupun sakit dan perih, tapi akan ditahan, karena tahu waktu yang panjang memang dibutuhkan agar si bayi matang proses pembentukannya. 
Begitu juga setelah si anak akhirnya lahir ke dunia. Butuh proses yang tidak instant, untuk akhirnya ia bisa berjalan, untuk ia akhirnya punya kemampuan untuk bersosialisasi dengan teman sebaya, dst. 
Pernah tidak Ayah / Ibu ngobrol dengan pasangan seharian? Atau menghabiskan waktu berlibur saja berdua. Kelihatannya gak ngapa-ngapain ya saat itu. Padahal ketika itu, ada proses yang terjadi. Hubungan bertambah kuat dan cinta tumbuh lewat proses yang terlihat 'gak ngapa-ngapain' tadi. 
Dalam diri anak, juga banyak hal yang terlihat 'gak ngapa-ngapain' tapi sesungguhnya dibutuhkan oleh si anak. Ia butuhkan untuk mematangkan prosesnya, menjadi seorang individu. 
Misalnya saja bermain. 
Atau membacakan buku. Membacakan buku terlihat sepele dan tidak ngapa-ngapain. Karena memang hasilnya tidak dapat terlihat instant. Karena memang hasilnya mungkin baru terlihat beberapa tahun kemudian. Saat memang si anak siap. .

Sama seperti bunga yang mekar saat ia siap. Kita tidak bisa melihat bagaimana proses si bunga mematangkan diri di dalamnya. Namun beberapa bulan setelah biji ditanam dan dirawat dengan kasih sayang, maka ia akan siap menjadi bunga yang indah bukan? 
Jadi yuk bacakan buku yang kaya manfaat untuk anak

Posted on 2018-03-12 Home, Artikel Devi Raissa 0 264

Leave a CommentLeave a Reply

You must be logged in to post a comment.