Pesan di balik Cover Buku Emosi

Pesan di balik Cover Buku Emosi

Coba kalau kita perhatikan. Kalau ada anak menangis, orang di sekitar biasanya akan melakukan cara untuk menghentikan tangisan. Begitu juga kemarahan. 
Padahal idealnya, perasaan itu (baik negatif maupun positif), sebaiknya dirasakan dan bukan dipendam atau dicoba dihilangkan. Setelah dirasakan, pelan-pelan kita akan belajar untuk mengendalikan perasaan tersebut. 
Jadi misalnya anak menangis sambil lempar barang saat keinginannya tidak dituruti, lalu diminta untuk diam dan berhenti menangis, kemungkinannya ia akan melakukan tindakan serupa saat mengalami hal yang tidak menyenangkan. Karena perasaannya belum usai, tapi sudah dipotong. Ia pun tidak tahu / tidak belajar apa yang harus dilakukan kalau peristiwa itu terjadi lagi? .

Berbeda jika kita sebagai orang dewasa melakukan refleksi, menyadarkan si anak apa yang sebenarnya ia rasakan. Sesederhana pertanyaan : 'adek lagi sedih ya. Kalau sedih rasanya mau nangis terus ya'. Kalau sudah terbiasa dan anak akhirnya tahu perasaan yang ia rasakan, akan lebih mudah bagi orang dewasa meminta ia melakukan tindakan yang lebih appropriate. 'Kalau adik lagi marah banget terus lempar mobil-mobilan, kira-kira apa yang terjadi dengan mobil-mobilan itu? Ada gak ya cara lain biar keselnya habis tapi ga bikin mainannya rusak?, dan seterusnya. 
Di cover dalam #bukuEmosi , penulis & ilustratornya menunjukkan muka marah dan sedih. Hal tersebut karena kami ingin menunjukkan bahwa tak apa untuk memiliki perasaan negatif (karena toh semua emosi, baik positif maupun negatif, sudah ada di gambar halaman sebelahnya). Yang terpenting bagaimana cara untuk mengatur emosi negatif tersebut sehingga tidak merugikan diri dan orang lain. Lewat gambar itu, dari awal membuka buku kami ingin orang tua membuka percakapan seperti : 'tantenya kenapa ya marah gitu? Kira-kira apa yang tantenya lakukan kalau marah?'. Sehingga anak pun bisa merefleksi perasaannya sendiri. Mengenali lalu selanjutnya mengatur / meregulasi perasaan. 
Semoga buku ini dapat membantu anak-anak Indonesia dapat mengelola emosi dengan baik ya. Karena pengelolaan emosi yang baik adalah salah satu kunci kesuksesan seseorang di kemudian harinya ❤ - @deviraissa

Posted on 2017-10-09 Home, First category, Artikel 0 384

Leave a CommentLeave a Reply

You must be logged in to post a comment.

Cari blog

Latest Comments

No comments