Sebelum kita menertawakan tingkah laku anak yang 'lucu'.. pikirkan dulu..

Sebelum kita menertawakan tingkah laku anak yang 'lucu'.. pikirkan dulu..

Sebelum kita menertawakan tingkah laku anak yang 'lucu'.. pikirkan dulu..

Apakah jika itu dilakukan oleh orang dewasa, kita tetap akan menganggapnya lucu atau tidak?

Karena.. banyak perilaku buruk terjadi.. sesederhana ketika masih kecil. orang di sekeliling menertawakan & menganggap itu lucu, sehingga anak menganggap itu perilaku yang memang diharapkan, dan terus dipertahankan sampai dewasa kelak.

Semisal: anak berkata 'no no no' dengan gaya bahasa yang 'lucu' ketika orang tuanya meminta ia membereskan mainan. 

Akhirnya lama kelamaan anak belajar bahwa ia dapat 'bebas tugas' & tidak melakukan kewajiban jika ia melakukan tingkah laku 'lucu'

Semisal : anak terus-menerus melakukan tarian, gerakan, atau celoteh 'lucu' saat orang tuanya sedang berbicara dengan orang lain. Dan orang tua selalu tertawa & memperhatikan anak saat anak menginterupsi dengan cara itu. 

Anak akan belajar bahwa tidak apa untuk menyela pembicaraan lain, bahwa kepentingan ia adalah yang paling penting dan tidak perlu mementingkan kepentinganorang lain.

Semisal: anak memanggil orang yang jauh lebih tua, misalnya kakek neneknya, dengan nama saja. Lalu orang di sekitar menertawakannya. Maka jangan salahkan jika nantinya ia 'tidak tahu sopan santun'

Sehingga.. dengan kesederhanaan menertawakan tingkah laku anak yang sepatutnya tidak ditertawakan, kita tanpa sadar dapat meningkatkan perilaku negatif anak. 

Posted on 04/20/2021 Home, Rabbit Hole's Article 0 1935

Leave a CommentLeave a Reply

You must be logged in to post a comment.