Berumah tangga memang ada tantangannya. Namun..

Berumah tangga memang ada tantangannya. Namun..

"Menikah itu memang banyak cobaannya. Rumah tangga yang adem ayem itu hanya sekedar khayalan belaka"

Berumah tangga memang ada tantangannya. Namun bukan berarti akhirnya menjadi sangat berat dijalani, cekcok hampir setiap saat, banyak kekesalan yang terpendam, atau banyak air mata yang terurai.

"Mengasuh anak ya.. memang berat banget! Kita gak akan bisa ngapa-ngapain lagi. Hidupnya cuman berkutat ngurus anak terus. Mengasuh secara bahagia itu cuman sekedar teori. Prakteknya bye"

Mengasuh anak pun pasti juga ada tantangannya. Namun bukan berarti hidup kita jadi menderita & tidak dapat menjadi diri sendiri lagi. 

Justru.. anak pun butuh waktu dan ruang sendiri juga untuk berkembang, sehingga ia butuh juga kita tidak terus-menerus berada di sampingnya.

Justru.. ketika anak melihat orang tuanya menderita & tidak bahagia (apalagi jika anak merasa ketidakbahagiaan terjadi karena mengasuhnya), tentu anak jadi menyalahkan diri & tidak berdampak positif bagi tumbuh kembangnya.

Sehingga.. sebelum menikah, jangan hanya sekedar menargetkan ingin menikah di usia berapa, namun.. 

Tanyakan & persiapkan.. apakah kita sudah mengenal diri sendiri dengan baik, apakah kita sudah tahu kebutuhan kita, apakah kita sudah tahu seperti apa pasangan yang kita butuhkan, sehingga..

Nantinya kita mampu untuk siap secara lahir batin membangun rumah tangga yang sehat dengan orang yang tepat. Dan sebelum memiliki anak, pertanyakan tidak hanya sekedar ingin berapa anak, namun.. pertanyakan apakah kita sudah siap memiliki anak, apa tujuan memiliki anak, seperti apa nantinya kita ingin mengasuh anak.

Sehingga.. dengan persiapan yang matang, nantinya kita mampu mewujudkan pernikahan yang sehat & pengasuhan yang positif. Sesuatu yang bukan sekedar khayalan belaka.

Posted on 04/14/2021 Home, Rabbit Hole's Article 0 64

Leave a CommentLeave a Reply

You must be logged in to post a comment.