Sesuatu yang menjadi kebiasaan, kadang kita gak sadar saat melakukannya.

Sesuatu yang menjadi kebiasaan, kadang kita gak sadar saat melakukannya.

  • Ingat tidak waktu pertama kali belajar sesuatu untuk pertama kalinya? Saya saat pertama kali menyetir mobil, misalnya. Kala itu benar-benar memusatkan konsentrasi penuh di belakang kemudi, gak mikirin hal lainnya. Takut salah injak rem dan gas lah, takut kekencengan, dan takut-takut lainnya. Namun seiring berjalannya waktu, nyetir pun menjadi hal yang biasa. Bahkan terkadang gak sadar, eh tiba-tiba sudah mau sampai rumah saja nyetirnya. Saking itu sudah menjadi perilaku yang otomatis terjadi dalam diri. 
    Dan memang seperti itulah cara kerja otak. Sesuatu yang menjadi kebiasaan, kadang kita gak sadar saat melakukannya, tiba-tiba sudah selesai kita lakukan, karena sudah kita lakukan berulang-ulang. 
    Di satu sisi, hal ini bagus, karena membuat otak kita tidak lelah. Namun di sisi lain, ada perilaku yang kurang baik, yang kita lakukan tanpa sadar karena sudah menjadi kebiasaan. 
    Misalnya saja membentak anak karena ternyata saat kecil terbiasa dibentak. Memukul saat si anak berbuat hal mengesalkan karena itulah yang sehari-hari diterima saat kita kecil. Otak dan tubuh kita merekam dan menerima perlakuan ini. Dan tanpa sadar, kita lakukan juga pada anak. Meskipun saat dewasa kita tahu bahwa melakukan hal-hal tersebut adalah hal yang tidak baik. Namun karena kita sudah menerima perilaku tersebut berkali-kali sejak kita kecil, membuat kita pun tanpa sadar juga melakukannya pada anak, walaupun ujung-ujungnya menyesal. Hal ini wajar terjadi karena memang sulit merubah kebiasaan. Namun bukan berarti tidak bisa. 
    Untuk itulah di dalam buku-buku Rabbit Hole, selalu diselipkan tentang cinta kasih orang tua. Dengan harapan, orang tua membacakan buku Rabbit Hole setiap hari. Dengan harapan, saat membacakan, orang tua pun memeluk dan mencium anak juga. Dengan harapan, setelah itu terbentuk memori baru dalam otak dan tubuh orang tua, untuk selalu memberikan cinta kasih pada anak. Agar memori-memori lama yang menyimpan segala kebiasaan yang kurang baik, bisa terkikis sedikit demi sedikit, lalu terganti dengan siraman cinta kasih. 
    Yuk belajar mencintai anak (dan diri sendiri pastinya) sedikit demi sedikit ❤️
Posted on 01/17/2019 Home, Articles Devi Raissa 0 86

Leave a CommentLeave a Reply

You must be logged in to post a comment.