Mencintai tanpa syarat.

Mencintai tanpa syarat.

Saya sedang mereka-reka, mengapa saya sangat menyayangi pasangan saya? .

Ternyata.. karena ia mencintai saya tanpa syarat. Ia melakukan banyak hal untuk saya, namun ia tidak pernah mengungkit atau mengeluhkan segala pengorbanannya untuk saya. 
Saat kami berselisih paham, bisa saja ia menjelek-jelekkan saya, menjabarkan segala keburukan saya, & mengungkit segala kebaikannya, untuk membuat saya ‘jatuh’ dan lalu membuat ia memenangkan argumen. Namun ia tidak pernah melakukan itu. Ia memilih diam saat ia sangat kesal, daripada ia berucap yang salah. Dan berkata untuk menyelesaikan konflik & agar kualitas hubungan kami lebih baik. Bukan untuk mencari siapa yang benar & salah. 
Cinta tanpa syarat yang ia berikan, pada akhirnya dapat menyadarkan saya yang emosional ini, untuk meregulasi / mengatur emosi saya. Dan juga membuat kami menjadi lebih baik sebagai pribadi, pasangan, serta sebagai rekan kerja (yang semoga) menghasilkan produk yang bermanfaat bagi sesama. 
Dari situ, saya berpikir bahwa ketika kita fokus pada memberi secara tulus, tanpa mengharap imbalan apapun, kita akan mendapat imbalan manis yang justru kita butuhkan. Saat kita memberi cinta yang tanpa syarat, kita pun akan balik mendapat cinta tanpa syarat. Serta bonusnya adalah kualitas diri & orang di sekitar kita yang lebih baik. 
Alangkah menyenangkannya jika ini yang didapatkan seorang anak dari orang tuanya. Cinta tanpa syarat. Mencintai tanpa mengatakan ‘ayah tuh udah susah-susah cari uang buat kamu. Jadi anak tahu terima kasih kenapa sih?’ ‘Ibu tuh udah susah ngelahirin kamu, apa susahnya nurut dikit?’. Jika cintanya anak dipaksa, dengan mengingatkan ‘kebaikan’ orang tua, bisa jadi suatu saat ketika anak mampu mandiri, anak akan jengah berada di sekitar orang tua. Saat ia mampu mengembangkan sayapnya, ia akan kepakkan sayapnya sejauh mungkin dari orang tua. Mengapa tidak berikan saja cinta tanpa syarat. Yang membuat anak balik mencintai orang tuanya, tanpa syarat pula. Yang dapat ditunjukkan orang tua, lewat hal-hal sederhana. Seperti belaian saat membacakan buku, canda tawa saat bermain pada anak ❤️ @deviraissa

Posted on 01/17/2019 Home, Articles Devi Raissa 0 1051

Leave a CommentLeave a Reply

You must be logged in to post a comment.