Menanamkan Nilai Baik Pada Anak Sejak Dini, Belum Tentu Terlihat Hasilnya Saat Ini

Menanamkan Nilai Baik Pada Anak Sejak Dini, Belum Tentu Terlihat Hasilnya Saat Ini

Saya senang membaca buku. Ketika tumbuh dewasa, bertemu dengan teman-teman yang juga senang membaca, terasa seperti menemukan tumpukan buku. Menyenangkan! Pasalnya, kami jadi bisa saling memberikan referensi buku yang kami gemari, juga bisa saling bertukar pinjam koleksi buku masing-masing.

Hmm... Sebenarnya saya sendiri tidak begitu ingat sejak kapan saya mulai suka dengan buku. Namun saya ingat betul kesan pertama saya terhadap buku, kesan yang begitu indah, yaitu ketika Bapak dan Ibu saya memberikan hadiah tumpukan buku cerita. Saat itu saya baru mulai lancar membaca, makanya berkesan. Bisa jadi pada momen itu juga saya mulai menaruh hati pada buku. Semakin lancarnya membaca, orangtua saya pun cukup sering membelikan buku cerita, juga berlangganan majalah anak. Namanya anak-anak, mesti ada masa dimana jangankan membacanya, memegangnya pun enggan. Namun, karena sering melihat buku dan majalah itu tergeletak, pada akhirnya tergeraklah saya untuk membacanya, bahkan sampai berulang kali. Orangtua saya memang tidak memaksa saya untuk membacanya, tapi sesekali mereka mengingatkan saya untuk membaca.

Dan jujur, kini, setelah saya mempunyai anak. Saya baru tersadar bahwa apa yang dilakukan orangtua saya dengan menyuguhi saya berbagai bahan bacaan sejak kecil, dengan tidak memaksa harus membacanya, itu adalah bagian dari usaha dalam menanamkan nilai gemar membaca kepada saya. Pun itu juga proses bagi saya untuk menerima dengan perasaan senang, nilai yang ingin orangtua saya tanam.

Mengingat usaha yang Bapak dan Ibu saya lakukan, kembali saya merenungkan keinginan saya ketika hamil, yaitu agar anak saya harus suka membaca. Terkesan memaksa ya? Bukankah akan lebih baik jika saya dan suami fokus pada prosesnya selain hasil, misalnya mengenalkan buku sejak dini dengan cara yang menyenangkan, seperti membacakannya dengan bernyanyi atau mendongeng. Lalu, hanya tinggal bersabar akan hasilnya.

Ketika menanam, maka tak lantas langsung dapat dituai, bukan? Butuh proses agar benih itu tumbuh. Dan saya percaya, bahwa usaha yang baik, akan membawa hasil yang baik.

Posted on 03/12/2018 Kiriman Artikel 0 9777

Leave a CommentLeave a Reply

You must be logged in to post a comment.