Happy Mommy for Happy Baby

Happy Mommy for Happy Baby

Salah satu buku favorit anak saya adalah buku HMMM... dalam seri Bundling High Contrast dari Rabbit Hole. Setiap halaman yang saya bacakan dan saya ekspresikan tiap-tiap emosinya, anak saya selalu mengikuti. Saat saya bilang “Aku terkejut”, anak saya langsung membuka mulut dan meletakkan tangan di kedua pipinya sembari berucap “Haaaa…”. Saat saya bilang “Aku marah”, anak saya mengernyitkan dahinya dengan sedikit menunduk dan matanya menatap tajam. Saat saya bilang “Aku sedih”, anak saya menirukan suara tangisan dan mengucek matanya.

Semua ekspresi ini tidak hanya dia tunjukkan saat saya membacakan buku. Suatu hari saya sedang dalam perasaan yang kalut dan tidak karuan. Saya menangis sesenggukan dalam posisi sedang menyusui anak saya. Ketika saya menatap mukanya, ternyata air matanya menetes dan matanya merah. Kemudian saya bertanya, “Mamas kenapa? Kok sedih? Lihat Bunda sedih jadi ikutan sedih ya?”. Anak saya yang masih 12 bulan hanya diam tetap menyusu, tapi air matanya masih mengalir juga. Lalu saya tersenyum dan berkata, “Maaf ya sayang, Mamas jadi ikutan sedih. Bunda ngga sedih lagi deh, ini udah ceria lagi”.  Anak saya ikut tersenyum pula sambil menyusu. Matanya mulai berbinar cerah.

Dari situ saya paham bahwa anak saya selalu merekam apapun yang saya lakukan dan apa yang saya rasakan. Walaupun siapa saja boleh mengungkapkan kesedihannya dengan menangis, akan tetapi akan lebih baik bila tidak ditunjukkan ke anak. Jadi saya bertekad untuk menjadi Ibu yang bahagia untuk anak saya.

Posted on 02/09/2018 Kiriman Artikel 0 2102

Leave a CommentLeave a Reply

You must be logged in to post a comment.