Kalau ke nursery room di mall.. isinya memang lumrah ibu & anak

Kalau ke nursery room di mall.. isinya memang lumrah ibu & anak.

Namun tadi kami ke family room di sebuah mall (yang sebenarnya isinya serupa dengan nursery room).

Dan 'hanya' dengan pergantian nama menjadi family room saja.. dari sekilas yang kami amati.. isinya selalu ibu, bapak, & anak.

 

'Hanya' dengan pergantian nama..

bapak jadi diberi ruang untuk lebih aktif terlibat di dalam pengasuhan.

 

Dan memang..

kekuatan kata-kata itu sebenarnya jauh lebih besar dari yang kita kira.

 

Sehingga alih-alih kita katakan:

"anak DITITIP ke suami"

bagaimana jika diganti:

"anak lagi bermain / diasuh sama suami"

karena anak adalah tanggung jawab berdua. Suami bukan sekedar penitipan anak.

 

Sehingga alih-alih kita katakan:

"suami BANTU istri melakukan pekerjaan rumah tangga"

bagaimana jika diganti:

"suami BEKERJASAMA dengan istri melakukan pekerjaan rumah tangga"

karena suami bukan sekedar MEMBANTU. Karena ini adalah rumah tangga berdua.

 

Sehingga alih-alih kita katakan:

"Jadi ibu-ibu itu mesti melek parenting"

bagaimana jika diganti :

"jadi ORANG TUA itu mesti melek parenting"

karena bukankah mengasuh anak adalah tanggung jawab berdua? Jika ibu saja yang belajar, lalu bapak tidak.. bisa jadi nantinya ibu malah keki merasa aktif sendiri sedangkan bapak terkesan pasif. Bapak pun merasa tidak dilihatkan dari awal.

Padahal bisa jadi karena tanpa sadar.. dari awal tidak saling disepakati & mendukung untuk mengasuh anak bersama.

 

Mendorong peran aktif bapak..

bisa sesederhana dimulai dari pergantian kata.

Misalnya.. jika kita mengatakan 'anak dititip' apalagi ditambah 'ga percaya deh kalau anak dititip ke bapaknya'.

Bagaimana bapak merasa ini adalah tanggung jawab UTAMANYA? Bisa jadi bapak jadi mundur teratur jika diperlakukan seperti itu.

Dan akhirnya ketika lama-kelamaan tidak terlibat aktif dalam pengasuhan anak.. jadi merasa asing dengan anaknya sendiri :'(

 

Seperti dengan pergantian nama 'nursery room' menjadi 'family room'.

Yang tadinya merasa ruangan ini eksklusif untuk ibu & anak.

Setelah menjadi 'family room' jadi seperti ajakan untuk bapak ikut masuk & mengasuh anak.

 

Dan kita.. perlu lebih banyak mengatakan kata yang 'mengajak' bapak aktif di dalam pengasuhan.

Sehingga bapak merasa nyaman & tergerak untuk berperan mengasuh darah dagingnya sendiri.

Bukan dengan sindiran atau paksaan, namun di sisi lain tidak memercayai penuh bapak untuk berperan aktif, misalnya.

Posted on 08/28/2022 Home, Rabbit Hole's Article 0 130

Leave a CommentLeave a Reply

You must be logged in to post a comment.