Yang saya butuhkan.. adalah suami yang TIDAK memperlakukan saya sebagai benda milik

Yang saya butuhkan.. adalah suami yang TIDAK memperlakukan saya sebagai benda milik. 

Benda milik.. artinya.. harus senantiasa sempurna & siap melayani 'tuannya'. 

 

Padahal.. yang saya tahu pernikahan adalah tentang menjalani petualangan bersama. Saling bantu saat yang satu sedang di bawah. Saling mengapresiasi saat yang satu di atas. Saling komunikasi untuk merawat pernikahan. Tidak bisa yang satu memberi terus, dan yang lain hanya menerima. Tidak akan sanggup rasanya saya berada di dalam pernikahan seperti itu. Dan lagipula jika seperti itu.. untuk apa berada di dalamnya, seumur hidup? 

 

Karena.. yang saya tahu.. nantinya pasca melahirkan misalnya.. ada saatnya saya masih kewalahan dengan hormon yang bergejolak, saya butuh ia yang sigap merawat bayi kami. Saya butuh ia menjadi penenang & penghibur. Membantu saya bahagia sehingga ASI lancar. Membantu transisi menjadi ibu baru, sehingga kami dapat mengasuh optimal anak kami. 

 

Bukan suami yang menuntut istri bisa mengurus semua keperluan anak, dari awal kelahiran. Dan saat istri kewalahan, tetap menuntut menjadi istri yang siaga memenuhi semua kebutuhan suami. Menuntut istri langsung tampil cantik seperti sebelum hamil. Karena merasa istri adalah 'benda milik'. Sehingga merasa istri harus melayani, bukan suami balik melayani. 

 

Padahal pernikahan bukanlah tentang siapa yang melayani. Namun saling bekerjasama, agar tak lelah untuk saling memberi yang terbaik bagi satu sama lain, tanpa pamrih. 

 

Dan jika suami ingin selalu dilayani.. bisa jadi nanti anak dianggap merepotkan.

 

Sehingga.. sebelum menikah.. saya memastikan untuk memilih suami yang tidak beranggapan bahwa istri = benda milik. 

Ia.. yang dari sebelum kami menikah, merasa bahwa perempuan itu kuat dengan caranya sendiri. Dan tidak sekedar bicara, namun memang memperlakukan ibunya dengan sebegitu hormatnya. 

 

Ia yang membuat saya yakin bahwa pernikahan itu bisa diusahakan untuk menjadi sehat. 

 

Ia.. yang sampai detik ini memegang janjinya, untuk bekerjasama di dalam pernikahan & pengasuhan. 

 

Dan tetap memandang saya sama, tanpa berubah, penuh kekaguman merasa bahwa perempuan itu memang hebat dengan caranya sendiri, yang berbeda dari laki-laki.

Posted on 08/28/2022 Home, Rabbit Hole's Article 0 404

Leave a CommentLeave a Reply

You must be logged in to post a comment.