Memang.. ia tidak akan ingat apa yang dulu kita lakukan padanya saat bayi

Memang.. ia tidak akan ingat apa yang dulu kita lakukan padanya saat bayi.

 

Entah kita timang-timang, nyanyikan, bacakan buku, abaikan.. 

ia memang TIDAK akan mengingatnya.

 

Namun justru LEBIH kuat dari sekedar mengingat.. 

akan anak kita bawa ke alam bawah sadarnya.

 

Anak kita akan menjadikannya sebagai 'kompas'nya untuk melihat dunia : 

Apakah dunia dapat menjadi tempat yang aman dan dapat dipercaya untuknya bereksplorasi & mengembangkan potensi dirinya? 

Atau tempat yang mencurigakan, menyebalkan, tanpa ada cinta di dalamnya?

 

Akan menjadi fondasinya sebagai seorang manusia : 

Apakah menjadi fondasi yang rapuh atau kuat?

 

Ketika kita menganggap dia bayi yang tidak tahu apa-apa, dan sering kita abaikan. 

Maka seperti itu.. ia akan menganggap dunia. Abai & tidak peduli padanya. Bukan tempat yang aman untuknya

Ia bisa menjadi pribadi yang sinis atau menutup diri pada dunia.

 

Nantinya kelak ketika dewasa, pandangan itu bisa bergeser. 

Namun sangat sulit, karena sudah mengakar

Seperti juga saat kita bangun rumah, jika fondasinya salah, maka untuk mengubahnya tentu butuh usaha yang SANGAT besar. Perlu kita bongkar, dan bangun dari awal. 

 

Sebaliknya, ketika kita memanusiakan anak kita sedari bayi. 

Menganggapnya mampu & cerdas. Mengajaknya bermain, berkomunikasi, membaca buku, memenuhi kebutuhannya.. 

Nantinya ia akan dunia tempat menganggap yang aman. Ia dapat bereksplorasi & mengembangkan potensinya.

 

Dan karena fondasinya sudah kuat. Akan lebih mudah melewati berbagai tantangan yang ada. 

Serupa dengan membangun rumah. Jika fondasinya sudah kuat, maka ketika ada bagian rumah yang rusak, kita tinggal memperbaiki bagian yang rusak, tidak perlu membongkar keseluruhannya.

Posted on 08/24/2022 Home, Rabbit Hole's Article 0 88

Leave a CommentLeave a Reply

You must be logged in to post a comment.