Beberapa dari mereka.. meminta kita untuk sesegera mungkin menikah

Beberapa dari mereka.. meminta kita untuk sesegera mungkin menikah.

"Tunggu apalagi sih?", katanya



Saat akhirnya menikah, mereka berkata lagi:

"Jangan terlalu cinta sama pasangan, nanti ujung-ujungnya bisa sakit hati!"

atau

"Ya iya seneng, baru awal-awal menikah, coba saja nanti lihat kalau udah punya anak".



Ketika sudah punya anak, dan masih bahagia.

Bahkan suami dan istri saling bergandengan tangan mengasuh anak bersama. 

Kembali mereka berkata:

"Ya iyalah baru dua tahun nikah, belum tahu aja kalau nanti dua puluh tahun nikah, ga bakalan seseneng ini"



Lalu begitu seterusnya.



Di satu sisi, kita didorong untuk sesegera mungkin menikah. Namun ketika menikah, kembali didorong untuk menoleh bahwa tidak ada pernikahan yang akan berakhir bahagia.



Padahal.. pernikahan bisa BAHAGIA jika dilakukan SECARA SADAR.

Kesadaran yang sudah dibangun sejak SEBELUM pernikahan itu terjadi.



Kesadaran bahwa kita membawa beban dan luka di masa lalu.

Menyadari hal tersebut dan mambasuhnya perlahan, agar tidak dilampiaskan ke pasangan atau anak kelak.



Kesadaran akan apa sih tujuan kita dalam pernikahan?

Pasangan seperti apa yang kita butuhkan?

Tipe pasangan seperti apa yang seharusnya kita hindari (pasangan yang kita terus-menerus tertarik padanya, namun sebenarnya bukan yang kita butuhkan, tapi sebenarnya merefleksikan beban masa lalu kita)?



Hal ini penting sekali.. karena

Kalau kita menjadi tidak percaya bahwa pernikahan bisa bahagia dan berkualitas,

bagaimana nantinya kita bisa percaya bahwa kita dan pasangan bisa bergandengan tangan mengasuh anak bersama dengan bahagia dan berkualitas, bukan? ❤️

Posted on 08/06/2022 Home, Rabbit Hole's Article 0 71

Leave a CommentLeave a Reply

You must be logged in to post a comment.