Semakin banyak anak, semakin berkurang kepuasan pernikahan yang dirasakan oleh istri

Semakin banyak anak, semakin berkurang kepuasan pernikahan yang dirasakan oleh istri.

Hal ini berkaitan dengan tuntutan sosial yang mengharapkan istri sebagai ibu untuk mengurus anak, sedangkan suami bekerja. Bila jumlah anak bertambah, bertambah pula pengasuhan yang harus dilakukan oleh ibu.

Pembagian peran yang tidak seimbang inilah yang akhirnya meningkatkan stres yang dirasakan oleh istri & kepuasan pernikahannya pun menurun.

 

Transisi dari pasangan suami istri menjadi orangtua mengubah pola hubungan pasangan suami istri.

Semakin sulit transisinya, semakin berkurang kepuasan pernikahannya.

Namun bila bapak turut berperan dalam pengasuhan anak & pekerjaan rumah, transisi menjadi orangtua akan semakin lancar & kepuasan pernikahan pun tinggi.

 

Sumber: Nourani Sh, Seraj F, Shakeri MT, Mokhber N. The Relationship between Transition to Parenthood and Marital Satisfaction in Housewives and Employed Women, Journal of Midwifery and Reproductive Health 2019, 7(3): 1797-1805. DOL 1022038/jmrh 2018.27141.1295

Sumber: Kowal M. Groyecka-Bernard A, Kochan-Wojcik M Sorokowski P (2021) When and how does the number of children affect marital satisfaction? An international Survey PLoS ONE 16(4) 0249516

 

Sehingga.. yang terpenting bukan SEBERAPA CEPAT punya anak.. berapa jumlah anak yang dimiliki, serta kuantitas lainnya. 

 

Namun seberapa SIAP pasangan suami istri menjadi orang tua, bagaimana kualitasnya.. hal tersebut yang akan menjadi faktor penting optimal atau tidak pengasuhan anak. 

 

Karena yang terpenting.. bukan berapa banyak anak yang dimiliki, namun bagaimana KUALITAS dalam mengasuhnya. 

 

Kerap.. kita bertanya 'udah lama nikah kok belum punya anak sih?' 'anaknya kok cuman satu, tambah lagi lah', dst. 

 

Tanpa kita benar-benar tahu.. bagaimana keadaan mental orang tua baru yang sedang kita tanyakan, bagaimana masa adaptasi mereka sebagai pasangan suami istri baru, dst. 

 

Kerap.. kita abai untuk benar-benar memikirkan kualitas. Berfokus pada kuantitas semata. 

 

Padahal.. pernikahan & memiliki anak bukan perlombaan. Bukan seberapa cepat & banyak yang bisa mencapai garis finish.

Posted on 08/07/2022 Home, Rabbit Hole's Article 0 77

Leave a CommentLeave a Reply

You must be logged in to post a comment.