Kakek nenek. Kehadirannya disenangi, selama tidak mengkritik & menginterupsi ...

Kakek nenek.

Kehadirannya disenangi, selama tidak mengkritik & menginterupsi ayah ibu dalam mengasuh anak.

Begitulah pemikiran banyak ayah ibu di luar sana..

 

Penelitian di China mengemukakan bahwa kehadiran kakek nenek diibaratkan seperti pedang bermata 2; di satu sisi menjadi sumber bantuan sedangkan di sisi lain menjadi sumber stres bagi orangtua.

 

Anak pun ikut memperhatikan hubungan dan interaksi orangtua dengan kakek neneknya.

Ketika anak melihat ibu & nenek saling mendukung, kompak, serta bersikap ramah satu sama lain saat mengasuhnya, anak jadi lebih mudah membangun kepercayaan, baik terhadap pengasuh (ibu-nenek) dan lingkungannya.

Anak yakin ia dapat mendatangi ibu atau nenek saat ia membutuhkannya.  Anak juga jadi lebih cepat beradaptasi dengan peraturan yang diberikan, sehingga ia pun jadi lebih pandai mengelola dirinya.

 

Sebaliknya, ketika dalam pengasuhan anak melihat interaksi ibu - nenek yang saling menjatuhkan, berkonflik, atau kompetitif, anak akan melihat ibu & nenek sebagai sosok yg tidak dapat dipercaya dan diandalkan.

Akibatnya, anak seringkali lebih rewel & ngeyel dalam mengikuti peraturan yang diterapkan karena ia bingung mana yang harus diikuti, ibu atau nenek? Akhirnya anak akan cenderung memilih yang membuatnya senang & ngambek bila tidak sesuai keinginannya.

 

Sumber:

Liang Xi, Lin Y,Van lizendoorn MH, Wang Z. Grandmothers are part of parenting network, too! A longitudinal study on coparenting, maternal sensitivity, child attachment & behavior problems in a Chinese samples. Child & Adolescent Development. 2021; 202195-115.

Posted on 07/31/2022 Home, Rabbit Hole's Article 0 37

Leave a CommentLeave a Reply

You must be logged in to post a comment.