Yang aku pahami setelah belajar..

Yang aku pahami setelah belajar..

suara terfavorit untuk anak adalah: suara orang tuanya, terutama ibunya.

Itu sudah cukup.. untuk menjadi rem agar aku tidak berteriak, mengomel, atau membentak anakku.

 

Karena.. aku bayangkan jika menjadi anakku.

Betapa kalutnya dirinya jika aku terus-menerus membentaknya.

Tentu.. ia jengah berada di dekatku. Namun.. ia sekaligus merindu suaraku, yang menjadi suara favoritnya.

Ia menjadi bingung.

Harus menjauh atau mendekat.

Kekalutan yang akan mengeluarkan kortisol, yang dapat menghambat perkembangan otaknya yang sedang pesat-pesatnya.

Tegakah aku menghukum nya seperti itu?

 

Yang aku pahami setelah belajar :

orang tua adalah arsitek bagi fondasi otak anak.

Itu sudah lebih dari cukup.. untuk menjadi rem agar aku tidak melabel anakku sebagai anak nakal, merepotkan, tidak tahu diuntung, dan berbagai label negatif lainnya.

 

Karena.. apa yang aku ucapkan padanya.. ketika ia masih usia dini.. akan melekat & ia bawa sepanjang hayat.

Jika aku katakan bahwa ia anak yang tidak bisa apa-apa, maka itu yang akan ia percaya. Seumur hidupnya.

Walau nantinya, akan ada ribuan orang yang memuji ia akan ini itu. Walau ia menorehkan berbagai prestasi.. di dalam hati kecilnya, ia akan selalu percaya bahwa ia sebenarnya tidak bisa ара-ара.

Pujian & prestasi tidak dapat meyakinkannya bahwa ia sebenarnya bisa. Bahkan lebih dari sekedar.

Tegakah aku mengatakan hal yang menyakitkan untuknya? Yang akan ia bawa sepanjang masa? Yang mungkin bisa ia putus, namun perlu usaha yang teramat besar untuk itu?

 

Aku sadar ini adalah perjuangan yang sulit.

Untuk mengerem egoku. Untuk memutus mode otomatis yang sudah mengakar selama ini. Untuk mempelajari hal yang sama sekali baru & tidak pernah aku ketahui sebelumnya.

Namun.. tidakkah egois.. ketika kesulitanku membuat anakku yang perlu berjuang sangat keras untuk memulihkan dirinya?

Ketika aku kerap marah-marah & membentaknya, karena sangat sulit untuk meregulasi emosi, namun anakku yang nantinya perlu susah payah berjuang menyembuhkan luka masa lalunya?

Padahal.. ia tidak pernah minta dilahirkan..






Posted on 06/20/2022 Home, Rabbit Hole's Article 0 101

Leave a CommentLeave a Reply

You must be logged in to post a comment.