"Kenapa gak pernah ada yang ngasih tahu kalau ternyata seperti ini ya realita pernikahan & mengasuh anak?"

"Kenapa gak pernah ada yang ngasih tahu kalau ternyata seperti ini ya realita pernikahan & mengasuh anak?"

 

Kerap kali kita didorong untuk menikah & memiliki anak secepat mungkin.

Namun.. jarang yang menceritakan bagaimana berbedanya pola pikir antara perempuan & laki-laki, yang akan memengaruhi komunikasi suami istri.

Bagaimana hormon yang bergejolak setelah melahirkan dapat memengaruhi komunikasi suami istri. Dan banyak hal lainnya.

Bahkan.. tidak banyak yang tahu sebelum benar-benar merasakan hal sesederhana anak di atas 6 bulan itu. pose menyusuinya bisa sampai nungging nungging. Tidak seperti pose yang kerap diperlihatkan bahwa menyusui adalah pasti anak didekap ibu.

 

Sehingga.. tak jarang kita terkaget kaget akan realita yang tak pernah kita siapkan sebelumnya.

"Kenapa tidak ada yang pernah memberitahu aku hal ini sebelumnya?"

Bahkan tak jarang.. kekagetan yang tidak diatasi ini merembet sampai pada pertengkaran pasangan atau pengasuhan yang tidak optimal.

Merasa bahwa pasangan tidak pernah mengerti kita. Merasa anak nakal & menyusahkan.

 

Dipersiapkan dengan matang pun. pasti tetap ada berbagai hal baru yang menanti setiap saatnya dalam pernikahan & pengasuhan anak.

Seperti.. mungkin.. yang kita tahu menyusui adalah 'tinggal menyodorkan payudara & anak mengenyot.

Namun realitanya: ibu bisa kelelahan & sedih sehingga kurang asupan gizinya. Perlu bapak yang tanggap untuk menyediakan makan (bahkan menyuapi) agar asupan gizi cukup dan ASI dapat lancar.

Jika bapak merasa istriku rakus banget sih makan terus atau manja banget masa mesti disuapin', karena menganggap 'menyusui sebagai hal yang gitu aja'. Dan tidak melakukan hal apapun saat istri sedang kesulitan menyusui, ibu merasa tidak didukung, dan akhirnya dapat memengaruhi hubungan suami istri.

 

Sehingga.. penting untuk mempersiapkan ilmu sebelum menikah & mengasuh.

Seperti juga penting untuk mau saling belajar, mau saling berkomunikasi, tidak menganggap remeh satu sama lain. Sehingga bisa dapat saling terbuka. Dapat saling cari jalan tengah & solusi saat berbagai kejutan menanti di depan. Bukan dengan saling menyalahkan.

 

Bukan dengan menyalahkan lingkungan yang tidak pernah mengedukasi sebelumnya.

Bukan dengan menyalahkan pasangan atas kesulitan yang terjadi. Atau menyalahkan keadaan.

Namun fokus untuk membangun hidup yang baru. Mau saling belajar. Agar dapat membangun pernikahan yang bertumbuh & bahagia ❤️

Posted on 06/17/2022 Home, Rabbit Hole's Article 0 145

Leave a CommentLeave a Reply

You must be logged in to post a comment.