Di dalam pernikahan yang sehat itu ...

Di dalam pernikahan yang sehat itu.. bukan berarti tidak ada:

 

✔ pertengkaran

✔ perasaan tidak dimengerti

✔ kebosanan

✔ ingin sendiri & berjeda

 

Namun perbedaannya.. adalah di cara menyikapinya.

Ketika sedang berkonflik, misalnya.

Konflik tidak dijadikan ajang untuk menang kalah, menyalahkan pasangan, mengedepankan ego, memendam amarah.

Namun konflik dijadikan wadah untuk BERTUMBUH. Untuk lebih tahu satu sama lain, mencari tahu kebutuhan satu sama lain, mencari tahu emosi satu sama lain & apa yang memantik emosi itu keluar, dan pada akhirnya.. mencari jalan tengah yang terbaik untuk kedua belah pihak.

 

Ketika sedang dilanda kebosanan.

Bukan berarti mencari jalan pintas, seperti : ingin keluar dari pernikahan.

Namun belajar untuk mengomunikasikan hal tersebut pada pasangan, belajar untuk berjeda, belajar untuk mencari tahu lebih dalam tentang diri kita (apa yang menyebabkan kebosanan, apa yang kita butuh saat sedang bosan, dst).

 

Begitu juga di dalam pengasuhan, BUKAN berarti saat kita belajar mengasuh dengan lebih baik, kita TIDAK akan merasa :

 

✔ kemarahan besar pada hal yang sepele

✔ bosan pada rutinitas yang itu-itu saja

✔ gagal menjadi orang tua

✔ tidak bisa mendidik anak dengan benar

✔ iri dengan keberhasilan orang tua lain atau pencapaian anak lain

 

Sah saja merasakan semua perasaan itu.

Namun yang terpenting adalah.. bagaimana menyikapinya.

 

Saat kita merasa iri dengan perkembangan anak lain, misalnya.

Alih-alih menjadi putus asa atau nyinyir..

justru menjadi pemacu kita untuk belajar lebih tentang perkembangan & stimulasi anak, untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak kita.

 

Atau.. membuat kita tahu batasnya.

Jika rasa iri terus bertambah & jadi tambah tidak sehat, misalnya.

Kita tahu kapan perlu istirahat sejenak dari media sosial, dan fokus pada diri atau anak kita.

 

Sehingga.. ya, hal yang manusiawi & justru wajar..

ada berbagai macam pikiran & emosi negatif di dalam pernikahan & pengasuhan yang sehat sekali pun.

 

Namun yang terpenting adalah..

bagaimana kita mengelola pikiran & emosi negatif itu.

agar TIDAK berkembang & berdampak negatif pada diri, pasangan, & anak kita.



Posted on 06/02/2022 Home, Rabbit Hole's Article 0 196

Leave a CommentLeave a Reply

You must be logged in to post a comment.