Kadang.. kita 'pagari' anak dengan 'AWAS!' dan larangan

Kadang.. kita 'pagari' anak dengan 'AWAS!' dan larangan.

Padahal.. yang ia BUTUH adalah rasa percaya dari kita dan dampingi agar tetap pada batasnya.

 

PS : tidak ada sama sekali yang bilang tidak boleh mengatakan 'awas' atau jangan.

 

Di atas disebutkan bahwa

TERKADANG (artinya tidak selalu) ada hal yang sebenarnya anak itu bisa, tapi kita halangi dengan kata awas & ketidakpercayaan dari orang tua (akhirnya ada kemampuan yang SEBENARNYA bisa muncul, jadi tidak muncul karena ketidakpercayaan orang tua pada anak & terlalu banyak larangan).

 

Di sisi lain, bukan berarti anak dibiarkan begitu saja. Sehingga 'dampingi sesuai batas kemampuan anak' karena kemampuan anak masih berkembang. Sehingga kita yang perlu ajarkan.

 

Anak di dalam video juga tidak langsung ujug-ujug dilepas naik tangga. Ada prosesnya. Dengan sama sekali tidak melepas saat ia di tangga, lalu perlahan mulai diawasi dari jarak yang lebih jauh.

 

'Dipagari' di sini adalah kiasan (memakai tanda kutip), bukan pagar dalam arti sesungguhnya. Maksudnya dibatasi (dipagari) dengan kata larangan.

Posted on 05/26/2022 Home, Rabbit Hole's Article 0 52

Leave a CommentLeave a Reply

You must be logged in to post a comment.