Terima kasih sudah percaya pada 'kita'

Terima kasih sudah percaya pada 'kita'.

Aku dan kamu.

 

Percaya pada diriku.. walau begitu banyak luka di dalam diri ini.

Mau terus memaafkan, mengingatkan untuk menjadi lebih baik, bersabar dalam proses pembelajaranku, memberi jeda ketika dibutuhkan, mengingatkan berbagai hal baik & kemajuanku ketika aku merasa tidak ada yang dapat aku banggakan dari diriku.

Bertahan dan tidak pergi.

Percaya.. bahwa 'kita' adalah sesuatu yang layak diusahakan.

 

Percaya bahwa aku berharga.

Bahwa bukan hanya aku yang merasa beruntung menemukan dirimu. Namun kamu pun begitu.

Karena hubungan adalah saling. Saling menemukan. Saling beruntung.

 

Percaya untuk membangun mimpi kita bersama.

Yang menjadi pengingat saat kita sedang patah, turun, di bawah..

bahwa masih ada PR, mimpi bersama, yang ingin kita tuju. Yang ingin kita capai berdua. Bukan dengan yang lain.

Sehingga seterpuruk apa pun, kita akan kembali merangkak naik. Bersama-sama.

 

Percaya.. bahwa nyaman-nya kamu adalah bersamaku.

Percaya bahwa kita dapat menjadi

'rumah' bagi satu sama lain.

Menjadi diri kita apa adanya di depan satu sama lain. Membuka topeng masing-masing.

 

Menjalani rutinitas bersamaku.

Menjalani hari-hari membosankan bersamaku.

Berbagi kabar menggembirakan bersamaku.

Menumpahkan keluh kesah padaku.

Karena sama-sama percaya bahwa hubungan kita menjadi kuat... bukan karena kita senang selalu. Namun kita dapat berbagi getir.

Bersama, saling ada. Bukan saling meninggalkan.

 

Percaya bahwa walau kita belum pernah menjalani fase-fase ini sebelumnya. Namun kita akan bisa menjalani dengan ringan, asalkan saling bersama.

Pernikahan & memiliki anak.

 

Percaya.. bahwa walau kita terdiri dari begitu banyak salah & khilaf.

Namun kita juga terdiri dari hati yang lapang untuk saling memaafkan. Dan saling belajar dari kesalahan.

Sehingga.. justru 'kita' menjadi sempurna dengan ketidaksempurnaan kita.

 

Dan rasanya.. keputusan aku & kamu.. untuk menjadi

'kita'.

adalah keputusan paling tepat yang pernah kita buat.

 

Semoga.. anak kita merasakan itu.

Semoga anak kita pun tahu.. bahwa hidup tidak akan pernah sempurna.

Namun selama kita saling menyayangi. Saling memiliki satu sama lain. Saling percaya. Selama kita terus belajar.

Kita sudah sempurna dalam ketidaksempurnaan.

Posted on 05/27/2022 Home, Rabbit Hole's Article 0 109

Leave a CommentLeave a Reply

You must be logged in to post a comment.