Indonesia sudah menjadi FATHERLESS COUNTRY

Indonesia sudah menjadi FATHERLESS COUNTRY.

Ada bapak.. tapi seperti tidak ada. Ada secara raga, namun minim berperan dalam pengasuhan.

Jangan ditambah lagi dengan hal-hal seperti..

 

"Cupu banget lo. Mau aja dijajah sama istri.

Disuruh ngurus anak mau aja. Jangan mau lah kalah sama istri gitu.

Tunjukin power lo!!"

 

"Tugas bapak ya cari nafkah.

Kasihan capek lah kalau mesti ditambah ngurus anak juga"

 

"Istri yang baik itu.. istri yang gak ngerepotin suami.

Pokoknya semua kerjaan rumah tangga & anak itu urusan istri.

Suami tuh pulang kerja mesti tahu beres aja. Biar dia betah lama-lama di rumah"

 

Padahal.. ketika bapak berperan dalam mengasuh anak.

Anak lebih optimal kecerdasannya.

Tidak hanya kecerdasan intelegensi, namun juga emosionalnya.

 

Hubungan bapak & ibu sebagai suami istri pun berdampak positif.

Kepuasan pernikahan menjadi lebih meningkat.

 

Bapak pun menjadi lebih bahagia sebagai seorang individu.

 

Lagi pula.. bikinnya berdua, mengasuhnya pun mestinya berdua, bukan?

Apakah bapak ingin tiba-tiba tersadar.. anaknya sudah besar dan pamit ingin memulai hidup sendiri.. namun ternyata bapak tidak pernah tahu siapa anak ini sebenarnya kok tiba-tiba sudah besar saja.. karena selama ini 'sibuk mencari nafkah'?

 

Untuk apa mendengarkan stigma negatif tentang pengasuhan anak selama ini jika tidak memberi manfaat untuk diri kita & keluarga?

Apa tujuan memiliki anak jika kita sekedar 'membuat' namun tidak benar-benar membesarkannya? Tidak benar benar hadir di dalam kehidupannya?

Posted on 05/11/2022 Home, Rabbit Hole's Article 0 232

Leave a CommentLeave a Reply

You must be logged in to post a comment.