Perempuan.. banyak digambarkan sebagai tukang ngomel

Perempuan.. banyak digambarkan sebagai :

  • tukang ngomel

  • suka ngungkit kesalahan suami

  • sering mempermasalahkan hal-hal sepele.

 

Laki-laki banyak digambar sebagai :

  • sosok yang tidak berperan dalam pengasuhan anak,

  • orang yang melakukan hal sepele seperti menaruh handuk di tempatnya saja tidak bisa,

  • matanya suka 'jelalatan'.

 

Kalau perempuan sedang 'baik' dan tidak ngomel..

dianggap hal yang tidak mungkin.

Dituduh 'pasti ada maunya'. Pasti sedang minta dibelikan sesuatu.

 

Kalau laki-laki sedang inisiatif mengerjakan pekerjaan rumah tangga.

Dituduh pasti sedang mau membeli sesuatu.

 

Walaupun mungkin awalnya hanya candaan.

Namun.. akhirnya ini seperti stigma yang melekat bahwa perempuan & laki-laki senegatif itu.

 

Dan apakah itu pesan yang ingin kita wariskan pada anak cucu kita?

Bahwa ibunya tukang ngomel? Dan bapaknya tidak pernah inisiatif, bahkan untuk hal yang sepele?

Tidakkah kita ingin anak mencontoh hal yang positif dari kita maupun pasangan?

 

Dan apakah itu pesan yang ingin kita sampaikan pada mereka?

Bahwa pernikahan itu menyebalkan? Harus 'terjebak' dengan orang seperti itu seumur hidup?

Tidakkah itu dapat membuat mereka bisa jadi enggan untuk melangkah pada pernikahan? Enggan belajar berkomunikasi dengan pasangan?

Dan pada akhirnya bisa jadi tidak melihat bahwa pernikahan bisa semenyenangkan itu dan membuat kita bertumbuh, jika kita mempersiapkan dengan baik.

 

Dan apakah itu pesan yang ingin kita sampaikan pada mereka?

Bahwa orang melihat & mengukur semuanya hanya dari harta.. atau sesuatu yang terlihat.

Bahwa kebahagiaan itu 'bisa dibeli'. Ketika marah bisa 'disogok' dengan barang kesukaan. Dan tiba tiba jadi senang.

Padahal.. makna hidup lebih dari itu.

 

Dan bukankah menjadi kontradiktif..

Ketika kita meminta anak menghormati orang tuanya, namun kita tidak menghormati pasangan sendiri, yang adalah salah satu dari kedua orang tuanya?

Ketika kita meminta anak untuk menjadi individu yang mandiri & berani mengeksplorasi dunia, namun sedari awal kehidupannya kita gambarkan pasangan kita secara negatif? Ketika anak masih menganggap orang tuanya adalah pusat dunianya.

Posted on 05/10/2022 Home, Rabbit Hole's Article 0 155

Leave a CommentLeave a Reply

You must be logged in to post a comment.