Aku butuh pasangan yang tidak menyepelekan arti komunikasi

Aku butuh pasangan yang tidak menyepelekan arti komunikasi.

Yang mengerti.. bahwa komunikasi itu rumit, apalagi antara perempuan dan laki laki yang berbeda jenis kelamin. Apalagi antara suami & istri.

Sehingga.. mau terus belajar untuk saling berkomunikasi yang lebih baik.

Karena nantinya setelah menikah.. yang paling utama dilakukan adalah komunikasi. Baik verbal maupun non-verbal.

 

Aku butuh pasangan.. yang mengerti bahwa ketika aku memiliki pandangan, keinginan, & kebutuhanku sendiri.

Bukan berarti aku tidak menyayanginya lagi.

Namun.. sama-sama mencari jalan tengah agar kebutuhan satu sama lain dapat terpenuhi.

Atau dapat mengerti bahwa dua orang, walau saling menyayangi, tidak mesti selalu sama pandangannya.

 

Aku butuh pasangan.. yang mengerti bahwa ketika aku memiliki pandangan, keinginan, & kebutuhanku sendiri.

Bukan berarti aku tidak menyayanginya lagi.

Namun.. sama-sama mencari jalan tengah agar kebutuhan satu sama lain dapat terpenuhi.

Atau dapat mengerti bahwa dua orang, walau saling menyayangi, selama bukan hal yang prinsipiel, tidak mesti selalu sama pandangannya. Dan itu hal yang wajar, dan tidak perlu dipersoalkan.

 

Aku butuh pasangan.. yang mengerti bahwa ketika aku memiliki pandangan, keinginan, & kebutuhanku sendiri.

Bukan berarti aku tidak menyayanginya lagi.

Namun.. sama-sama mencari jalan tengah agar kebutuhan satu sama lain dapat terpenuhi.

Atau dapat mengerti bahwa dua orang, walau saling menyayangi, selama bukan hal yang prinsipiel, tidak mesti selalu sama pandangannya. Dan itu hal yang wajar, dan tidak perlu dipersoalkan.

 

Aku butuh pasangan yang mengerti..

bahwa terkadang aku butuh jeda, dengan ingin waktu sendiri. Atau bersama orang lain, seperti teman & saudara.

Dan itu bukan berarti aku tidak lagi menyayanginya. Tidak berarti ia bukan orang yang menyenangkan, sehingga aku memilih menghabiskan waktu bersama orang lain.

Karena ia tahu, bahwa pasangan tidak melulu harus selalu bersama. Bahwa terkadang, jeda dalam kesendirian, dapat menjernihkan pikiran, dan membuat kebersamaan kembali menjadi lebih bermakna.

 

Aku butuh pasangan yang tidak mengedepankan ego.

Ego.. yang menuntun kita melihat secara hitam-putih. Yang merasa ketika orang lain mengutarakan ketidaksetujuan akan suatu hal sesepele apapun (misalnya tidak setuju dengan pilihan tontonan), berarti benar benar tidak setuju atau membenci kita pribadi secara total.

Sehingga.. mudah tersinggung & sulit diajak berkomunikasi. Karena ketika diajak berkomunikasi, merasa diserang, sehingga akar masalah tidak terselesaikan. Dan masalah bisa terus-menerus berulang.

Ya.. aku tidak butuh pasangan yang seperti itu.

 

Dan aku pun.. juga berusaha untuk menjadi pasangan yang seperti itu.

Yang mampu berkomunikasi & berkonflik secara sehat.

 

Karena anak kami.. nantinya butuh orang tua yang seperti itu.

Butuh panutan & contoh seperti itu.

Agar nantinya.. ia mampu berkomunikasi & berkonflik secara sehat pula.

Posted on 05/08/2022 Home, Rabbit Hole's Article 0 93

Leave a CommentLeave a Reply

You must be logged in to post a comment.