- Cilukba !

SKU:
New

Cilukba !

Kapan waktu yang tepat membacakan buku bagi anak ? 

Sedini Mungkin ! Jika memungkinkan, sejak awal trimester ke 3 kehamilan pun, janin sudah bisa dibacakan buku cerita . Mengingat indra pendengaran mereka sudah mulai berkembang, sayangnya walaupun orang tua sudah mulai tahu manfaat membaca dan bersemangat membacakan untuk putra putrinya, buku bacaaan untuk bayi masih sedikit sekali L kalaupun ada, lebih banyak didominasi oleh buku import dengan harga yang cukup fantastis

 Itulah yang membuat Rabbit Hole bersemangat sekali membuat buku berjudul ‘Cilukba !’ 

 Buku ini untuk usia berapa ?

 Buku ini ditunjukan bagi anak berusia 6 bulan – 3 tahun.

Mengapa Judulnya ‘Cilukba !’ ?

 Bayi mana yang tidak suka ‘ Cilukba !’ ? Rasanya semua bayi akan tertawa bersemangat jika orang tua menutup muka dengan tangan dan membukanya kembali, seraya berkata ‘Cilukba’. Orang tua pun rasanya juga senang melakukan kegiatan ini bersama anak. Apalagi jika mendengar tawa sikecil saat memainkan permainan sederhana. Itulah mengapa cilukba dipilih untuk diangkat dalam buku ini. Selain itu, kami juga selalu terkagum-kagum dengan keajaiban dari Cilukba. Bagaimana permainan sederhana ini memiliki manfaat bagi anak. Misalnya saja anak dapat belajar mengenai object permanence ( benda yang hilang, bukan berarti akan hilang selamanya. Ia dapat muncul kembali ). Sehingga anak pun lebih mengerti tentang konsep perpisahan, dan siap saat ibunya ke kantor. Karena ibunya pergi tidak selamanya kok. Ia akan kembali setelah selesai bekerja di kantor. 

Kenapa buku ini sesuai untuk bayi ?

Buku ini benar-benar kami sesuaikan agar pas dengan anak usia bayi, dari segi :

  1. Jumlah huruf tiap halaman sedikit dan kalimatnya pun sederhana. Hal ini sesuai agar bayi tidak kewalahan dengan terlalu banyak huruf di tiap halaman.
  2. Gambar dibuat sesederhana mungkin dengan latar belakang warna yang lembut (tanpa detail). Hal tersebut juga agar bayi tidak terlalu kebanyakan menangkap terlalu banyak stimulus, Hal ini juga melatih mereka fokus pada gambaran besar terlebih dahulu, sebelum nantinya saat nereka sudah siap, mereka dapat membaca buku yang memiliki detai-detail.
  3. Tokoh didalam buku ini sedikit tapi benar-benar yang memiliki hubungan paling dekat dengan anak. Mengingat bayi memang masih sangat tertarik dengan orang-orang yang dekat dirinya. yaitu ayah dan ibunya
  4. Konsep cinta yang paling sederhana diperkenalkan melalui buku ini. Lewat tawa, pelukan, dan ciuman yang diberikan oleh ayah dan ibu kepada tokoh “Aku” dalam buku ini.
  5. Anak juga bisa belajar konsep-konsep sederhana. Seperti kata “atas-bawah” dan “buka-tutup”. Tidak usah terburu-buru ingin memperkenalkan konsep ini. Bacakan saja dengan riang gembira. Nanti lambat laun, ia akan belajar denga sendirinya. Jangan sampai keinginan memperkenalkan konsep lawan kata ini membuat pengalaman  membaca menjadi kurang menyenangkan ya J anggap sebagai bonus saja jika memang anak akhirnya memahami konsep kata lewat buku ini.
  6. Anak juga bisa belajar konsep jenis kelamin ( pemempuan atau laki-laki ) melalui halaman flap ( Buka-tutup ) dalam buku ini. Pas sekali membantu anak memahami konsep identitas gender, yang seharusnya sudah mulai muncul di umur 3 tahun , tapi lagi-lagi serupa dengan point di atas, jadikan ini sebagai bonus ya J

 

Tips membacakan buku Cilukba !

  1. Saat membacakan setiap kata, ingat untuk menunjuk kata yang sedang dibacakan dengan jari. Hal ini untuk membuat anak lebih terbiasa melihat huruf. Menurut penelitian-penelitian yang ada cara ini dapat membuat anak lebih familiar dengan huruf. Mereka pun lebih cepat belajar membaca pada masa yang akan datang
  2. Saat awal membacakan, mulai dari membacakan judul, nama punulis, dan illustrator. Hal tersebut untuk membuat anak belajar mengenai konsep ‘Asal Mula’ Bahwa setiap benda pasti ada pembuatnya. Tidak ujug ujug ada. Sehingga ia pun dapat menghargai hasil karya orang lain (maupun dirinya sendiri) di masa yang akan datang. Ia pun dapat belajar struktur bahwa ada awal, isi , dan akhir. Baik dalam buku maupun segala hal
  3. Saat membacakan dan memperkenalkan berbagai konsep seperti ‘di atas’ orang tua dapat memeragakan, sehingga anak lebih dapat membayangkan hal yang diceritakan oleh orang tua.
  4. Saat ada halaman buka-tutup, yang berisi anak perempuan dan laki-laki, orang tua juga dapat memerkenalkan konsep jenis kelamin. Misalnya : “ini seperti kakak ya ( lalau buka halaman flap-nya ) kalua yang ini laki-laki seperti adik”
  5. Setelah membaca buku ini. Orang tua juga dapat mengajak anaknya untuk bermain cilukba. Sehingga ia pun dapat mendapatkan pengalaman menyenangkan secara langsung. Seperti yang ia lihat didalam buku.
  6. Saat tokoh di dalam buku ini mencium, memeluk, atau mengatakan ‘kami menyayangimu’, maka orang tua dapat melakukan hal yang serupa pada anak. Misalnya sambil berkata ‘ayah menyayangi kakak’, sambil memeluknya. Pelukan dan ciuman serta kata-kata sayang, akan membuat anak merasa senang dan nyaman. Ia pun akan mengingat saat membaca buku adalah saat menyenangkan untuknya. Selain itu, bayi masih dalam tahap sensori motor, menangkap stimulus di lingkungannya menggunakan gerakan dan sentuhan, sentuhan secara langsung baik untuk mereka
  7. Mendampingi anak saat membaca buku ini adalah sangat penting. Sebaiknya saat membacakan buku, orang tua tetap di sebelah anak. Hal tersebut agar anak mengingat saat membaca buku sebagai saat menyenangkan, yaitu saat ia menghabiskan waktu berkualitas dengan orang tuanya. Selain itu, orang tua pun dapat mengawasi anak. Untuk tidak memasukkan lembaran buku kedalam mulutnya. Misalnya

Deskripsi Produk : 

Boardbook 12 x 12 cm

Halaman isi :

12 Halaman Board book

Dilengkapi halaman flap / buka tutup


The colors shown maybe different with the original products because of the settings of your display screen. We can not guarantee it can be accurate.